Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

BOB MARLEY



Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.

Kamis, 08 Desember 2011

Rhythm Therapy Sempurnakan Gabungan Hip Hop dengan Beragam Genre

Andi Mulyana G. a.k.a Optimuzt resmi merilis album pertamanya Jumat (25/11) malam. Bertempat di cafĂ© O Lounge, Jl. Pajajaran No. 2 Bogor, rapper solo ini me-launching album berjudul “Rhythm Therapy” yang telah dipersiapkannya selama dua tahun. Cuaca kota Bogor yang dingin karena baru saja diguyur hujan sejak sore harinya tidak membuat para pecinta musik rap hilang semangat. Di luar dugaan, ruangan yang didominasi warna oranye, hitam, dan merah itu justru semakin padat dengan kehadiran penonton yang antusias atas kemeriahan pesta launching album yang digelar.
Optimuzt dan Ras Muhamad
Berbeda dari album rap yang selama ini bermunculan, Optimuzt sengaja memberikan sentuhan baru di albumnya agar pendengar musik tidak bosan. Rapper asal kota hujan itu menggabungkan antara musik Hip Hop, Reggae, Funk, dan Jazz di beberapa lagu. Tak tanggung-tanggung, rapper yang memulai kariernya sejak tahun 2002 itu menggandeng penyanyi Reggae terkenal, Ras Muhamad dan Daddy T, untuk berkolaborasi menyanyikan dua buah track musik Reggae yang berjudul “Dwit” dan “No More Violence”.
“Saya menggabungkan antara musik Hip Hop dan Reggae karena saya sangat menyukai kedua genre musik itu,” ucap Optimuzt saat menggelar konferensi pers sebelum acara dimulai.

Berkat bantuan musisi-musisi seperti Ras Muhamad, Wizzow, Soul Traveler, Aldisyah, I Bewhan, Daddy T, Momeyz, Nadhira, Cool B, Wisha, JereFundamental, Hybrid Flow, dan DJ Ethnic, Optimuzt mampu menyajikan 20 track lagu di dalam album yang dijual seharga Rp35.000,- itu. Tak hanya itu, Optimuzt juga menghasilkan musik yang benar-benar membawa budaya Hip Hop ke masyarakat.
Suasana bahagia semakin terasa ketika seluruh performer yang tampil mengucapkan selamat kepada Optimuzt atas peluncuran albumnya. Pesta malam itu juga didukung oleh penampilan dari DJ S-Tea, Lady Gan, Andreas&Friends, Obin The Lops, Ras Muhamad, Wizzow, Che, Aldisyah, Kryptik, Blepotan, Edgar, Mixkill, Biand, Niska, dan DJ Kulki.
Mixkill
Biand feat Mixkill
Lady Gan feat Edgar
Acara yang dimulai pukul 20.00-02.00 WIB itu diselenggarakan khusus oleh Indoreggae (Indonesian Reggae Society). Dengan diadakannya launching album Rhythm Therapy, Indoreggae berharap hubungan antara musisi Hip Hop dan Reggae yang sama-sama berakar dari black music bisa lebih kuat. Selain itu, Indoreggae juga ingin memasyarakatkan Reggae dan me-Reggae-kan masyarakat. Album “Rhythm Therapy” sendiri sudah bisa ditemui di toko-toko kaset di beberapa kota. Selain Bogor dan Jakarta, Optimuzt juga memasarkan albumnya di pulau dewata, Bali.

sumber : hiphopindo.net

Rabu, 16 November 2011

Tito “Fade2Black” Bangun Beatbox dari Nol

Artikel yang aku tulis kali ini memang agak berbeda. Kalau biasanya aku menulis tentang profil emcee and all about Hip Hop, nggak ada salahnya kalau saat ini aku mengangkat tema tentang beatbox. Beatbox juga merupakan bagian dari Hip Hop. Tak jarang, di beberapa acara musik Hip Hop, beatbox pun sering ditampilkan dan membuat kagum setiap mata yang menyaksikan. Di Indonesia sendiri, event-event kompetisi beatbox sudah sering diadakan. Pesertanya pun datang dari berbagai daerah. Jumlah orang yang mengikuti forum beatbox, saat ini sudah mencapai 7.000 lebih. Suatu pembuktian bahwa beatbox sangat diminati di Indonesia, terutama di Jakarta.

Agak sulit ketika mencari narasumber yang mau mengisi artikel hiphopindo.net mengenai beatbox. Tiba-tiba terpikir, kenapa nggak langsung saja bertanya ke tokoh utama yang membangun beatbox di Indonesia? Hingga akhirnya, tercetuslah nama Tito “Fade2Black”. Lalu, aku coba hubungi Tito hari itu juga. Tenyata, orangnya ramah dan sangat baik. Jadi, yang awalnya hanya mau tanya beberapa pertanyaan penting saja, akhirnya malah aku yang banyak tanya karena jawaban-jawabannya sangat informatif dan inspiratif.

Hasil interview aku dengan Tito “Fade2Black’ sudah dirangkum dalam artikel ini. Untuk yang belum tahu asal muasal terbangunnya beatbox di Indonesia, nggak perlu khawatir karena Tito dengan senang hati akan menjelaskannya. Selain itu, bapak satu anak ini juga sangat antusias bercerita mengenai pengalaman perform yang paling berkesan, arti fans, planning untuk memajukan beatbox ke depan, sampai pesan untuk para pelaku beatbox di Indonesia. Selamat menemukan informasi yang  kalian cari di bawah ini.
Hi Tito, senang sekali hiphopindo.net diberi kesempatan untuk ngobrol dengan salah satu pemrakarsa Beatbox di Indonesia. Bagaimana kabarnya?
Hi hiphopindo, kabar gue baik-baik saja.
Boleh diceritakan tentang awal mula seorang Tito memasuki dunia Beatbox?
Sejak SD, gue sudah suka meniru-niru suara. Dari suara-suara binatang sampai suara alat-alat musik (melodi-melodinya). Menginjak bangku SMA tahun 1997, gue sering meniru-niru bunyi-bunyian drum, sambil iseng-iseng bikin pattern sendiri.
Nah, pada waktu itu, gue belum tahu apa yang namanya beatbox hingga gue mulai masuk kerja tahun 2004 di salah satu perusahaan IT di daerah Kuningan, Jakarta. Hampir setiap hari gue mulai berkutat dengan yang namanya internet. Berkat situs youtube-lah gue mulai tahu kalau apa yang gue lakukan itu berhubungan dengan yang namanya human-beatbox. Karena seni ini membuat  gue penasaran dan gue anggap unik, akhirnya gue mulai mengikuti dan belajar sendiri lewat video-video di youtube.
Berarti hanya dengan belajar secara otodidak dari internet, Tito mulai mengeluaran bakat beatbox-nya yang terpendam, ya. Pertanyaan yang ini pasti sudah sering ditanyakan. Namun, mungkin bisa lebih diperjelas mengenai terbentuknya Indobeatbox dan perkembangannya hingga sekarang?
Sejak gue kenal dengan beatbox di tahun 2004, gue akhirnya sering cari-cari partner atau orang-orang  yang juga “doyan” sama beatbox.
Gue sempat posting beberapa artikel di forum hiphopindo.net sekitar tahun itu untuk mencari kira-kira siapa yang memang sedang berkutat atau minat dengan beatbox. Sayangnya, gue kurang banyak dapat respon dari forum tersebut.
Waktu itu gue berpikir karena beatbox ini identik dengan yang namanya Hip Hop culture, jadi gue yakin pasti ada satu atau dua orang yang juga nge-beatbox. Nah, sekitar tahun 2007, waktu itu gue sempat dikasih tahu teman kalau di salah satu acara bakat di TV Swasta (sebut saja Gong Show), ada orang Papua yang nge-beatbox. Dari situ, saking gue ngebet banget pengen punya partner buat sharing soal beatbox, gue coba search info tentang orang ini di Friendster (hi hi hi, jadul banget yah? Waktu itu belum popular yang namanya Facebook :) . Nah, gue pun menemukan profil orang tersebut, namanya Billy. Gue mulai kirim-kiriman message dan bertukar nomor HP.
Dia mulai bikin account grup Jakarta Beatbox Community di Friendster, 4 Desember 2007. Karena gue rasa kurang “lebar” cakupan namanya, dan juga desakan dari teman-teman Rezpector (komunitas pecinta musik Bondan & Fade2Black) di luar daerah, akhirnya gue sepakat buat ubah namanya jadi Indonesian Beatboxing Community. Account grup ini nggak banyak perkembangan, malah sama sekali sepi peminat, hanya sekitar 20 orang. Grup ini juga belum ada tanggal resmi kapan berdiri.
Lebih parahnya lagi, Billy dan gue nggak pernah bertemu muka hingga tanggal 30 Oktober 2008, Pusat Kebudayaan Jerman di Jakarta, Goethe Haus, mengadakan pemutaran film “Peace, Love and Beatbox” yang juga sekaligus menampilkan si aktor di film itu, Mando, sang Juara beatbox dua kali dari Jerman. Di tanggal itu pula, akhirnya Indonesian Beatboxing Community diresmikan.
Seiring perkembangannya, hingga kini, dari data yang kita tampung dari account grup Indobeatbox di Facebook http://www.facebook.com/indobeatbox ,  sudah terdapat sekitar 7000-an lebih yang klik likes, dan mayoritas adalah Rezpector  (Alhamdullillah yah, #Syahrinistyle…ha ha ha). Para pelaku dan pecinta beatbox ini malah sekarang sudah mendirikan klan-klan di daerahnya mereka masing-masing, dan kebanyakan kota-kota besar di Indonesia.
Ternyata tidak mudah membangun beatbox dan memperkenalkannya ke masyarakat luas. Di Indonesia sendiri, mungkin masih banyak yang belum tahu pengertian beatbox. Sepertinya tidak salah kalau hiphopindo.net bertanya kepada ahlinya langsung. Bagaimana menurut Tito tentang definisi beatbox?
Simplenya sih, beatbox itu adalah seni penciptaaan atau peniruan bunyi ketukan (beats) dan rhythms dengan menggunakan mulut manusia. Bahkan sekarang tidak hanya itu, tapi juga seni penciptaan segala jenis bunyi-bunyian dengan menggunakan organ mulut dan sekitarnya.
Kalau begitu, artinya tidak semua orang mampu melakukan seni beatbox yang memerlukan keahlian dalam menciptakan bunyi dari organ mulutnya. Nah, setiap orang pasti punya alasan dibalik kecintaannya terhadap sesuatu. Lalu, alasan apa yang membuat Tito begitu menyukai Beatbox dan ingin membangun beatbox di Indonesia?
Awalnya karena gue memang suka meniru-niru suara yang gue dengar. Namun, setelah gue lihat performance beatboxer-beatboxer di Eropa via youtube, gue semakin penasaran untuk bisa. Karena buat gue, beatbox ini seni yang unik juga punya tingkat kesulitan yang tinggi, dan yang paling penting adalah “murah”.
Selain itu juga, seni ini memiliki unsur menghibur yang tinggi (kalau sudah mampu menguasainnya). Karena ini adalah seni yang bergantung pada manipulasi suara-suara yang dibuat oleh mulut dan organ-organ sekitarnya, maka butuh partner atau teman buat sharing dan saat itu belum ada tempat yang mewadahi artform ini, tapi gue bersikeras untuk bisa membuatnya dan menyebarkannya.
Jadi, intinya Tito memang membangun hobi untuk dapat dinikmat banyak orang dan akhirnya sangat membantu kehiduan beatbox di Indonesia. Kemudian, hampir dalam setiap live perform, tak jarang Tito menyisipkan beatbox di sela-sela lagu yang sedang dinyanyikan. Apakah ini salah satu cara untuk memperkenalkan beatbox ke masyarakat awam?
Awalnya, ini hanya sekedar intermezo untuk menghilangkan jenuh penonton yang rata-rata di setiap konser musik hanya disuguhkan lagu-lagu yang dibawakan oleh si band itu. Nah, timbul ide untuk menjadikan beatbox ini sebagai tampilan lain dari setiap show kami. Karena cukup menghibur dan membuat orang penasaran, akhirnya banyak respon postif dari crowd dan bikin mereka jadi tertarik.
Sejak aktif manggung bersama Bondan & Fade2Black di tahun 2005, pasti sudah banyak panggung musik yang didatangi. Kalau tidak keberatan, mungkin bisa sharing sedikit tentang pengalaman perform yang paling berkesan?
Waktu awal album pertama Bondan & Fade2Black keluar di tahun 2005, Respect, kami dapat undangan untuk promo show di Manado untuk peluncuran salah satu TV swasta. Saat itu, kami  wajib membawakan single pertama di album itu, Bunga.  Acaranya live dan kami perform di outdoor yang cukup jauh dari studio TV tersebut. Ketika seperempat menit lagu mulai dimainkan, listrik yang mengaliri panggung itu tiba-tiba mati dan hanya microphone yang berfungsi karena terhubung langsung ke mixer FOH depan. Spontan, gue langsung nge-beatbox solo untuk mengisi waktu jeda sampai listrik menyala kembali. Yang “gilanya” lagi, pihak TV ataupun penonton menganggap itu bagian dari konsep show kita dengan adanya beatbox di tengah lagu. Ha ha ha.

Memadukan rap dan beatbox
Keren juga konsepnya dan bisa jadi masukan buat grup yang bisa nge-rap sambil nge-beatbox. He he he. Lalu, sebagai seorang artis yang cukup terkenal di industri musik Indonesia, pernah nggak mendapat kritik yang menguji mental?
Kalau kritik mah sudah pasti, tapi kalau sampai yang menguji mental belum pernah tuh. Tapi awal mula gue belajar beatbox, gue sering dianggap gila dan jorok karena muncrat-muncratan. Waktu itu gue nggak kenal waktu bikin patter drum atau scratch pakai mulut. Sampai-sampai pacar gue yang sekarang sudah jadi istri gue pun marah dan suka males kalau dekat-dekat gue, huhuy…
Penuh perjuangan juga ya, belajar beatbox-nya? He he he. Kalau gitu, apa arti fans untuk seorang Tito?
Hmm…agak klise nih jawabannya, tapi jujur kalau fans itu memang amunisi buat gue untuk tetap berkreasi dan berinovasi untuk cari-cari atau bikin-bikin karya yang fresh dan beda. Gue menganggap demand mereka itu adalah kewajiban buat gue untuk bisa gue penuhin semampu gue. So, kalau nggak ada mereka maka nggak ada gue di sini yang kayak sekarang.
Agree with you :) . Lalu, apa planning terbesar yang ingin diwujudkan saat ini?
Planning terbesar gue sih untuk ada perwakilan indobeatbox yang bisa unjuk gigi di ajang World Beatbox battle yang diadakan setiap tahun. Namun, it takes time buat kita sementara ini, dan gue yakin pasti akan terwujud melihat beatboxer-beatboxer di Indonesia sekarang ini yang udah pada gila-gila skill-nya, nggak kalah deh sama orang-orang Eropa.
Adakah pesan yang ingin disampaikan untuk para beatboxers?
Untuk yang newbie, jangan malu atau feelin down kalau awal-awal mulai belajar nge-beatbox lu dibilang atau dikatain macam-macam sama orang-orang sekitar lu karena lu aneh atau apa lah. Lihat saja nanti kalau lu sudah kuasain seni itu, mereka yang bakal muji-muji lu.
Untuk teman yang sudah lama dan sangat mahir beatbox, kembangkan terus kreatifitas lu. Jangan cuma bisa meniru-niru pattern beatboxer yang lu lihat di youtube, tapi mulai bikin variasi dan keunikan lu sendiri.
Jadi, maju terus Indobeatbox and Tetap Semangat! Era..era..ra..ra..rawk on!
Pastinya semua akan selalu mendukung Indobeatbox!
Selesai sudah obrolan antara aku dan tokoh yang menjadi pencetus berdirinya Indonesian Beatboxing Community. Terima kasih untuk Tito “Fade2Black” yang sudah mau membantu dan menyempatkan waktunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari hiphopindo.net. Semoga semua harapannya bisa terwujud dan Indobeatbox terus dikenal serta semakin banyak membuat karya-karya beatbox.
Salam Hip Hop!

sumber :hiphopindo.net

Senin, 14 November 2011

Konser Musik Bondan Prakoso dan Fade2black Ricuh, 1 Penonton Ditangkap

Pertunjukan konser musik Bondan Prakoso dan Fade2black di Monumen Mandala, Makassar, Sabtu malam tadi berlangsung ricuh. Kericuhan diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras serta ketersinggungan diantara penonton yang saling senggol.
Kericuhan terjadi saat kedua penyanyi tersebut menyihir para penonton dengan lagu-lagu andalannya. Penonton dari kalangan remaja dan pemuda ini terlibat saling pukul dan saling kejar.

Tanda-tanda bakal terjadinya kericuhan ini sudah sejak dari awal. Sebab penonton yang datang cukup ramai dan tidak bisa menampung halaman Monumen Mandala Makassar. Saat-saat itu diduga terjadi saling senggol dan menimbulkan kemarahan penonton lain.

Bondan Prakoso dan Fade2black berkali-kali menghimbau untuk tidak ribut, namun tidak dihiraukan oleh mereka. Polisi yang jumlahnya sedikit bahkan awalnya kewalahan menangani kericuhan tersebut.

Namun setelah menempatkan personil ditengah-tengah massa, kericuhan sudah bisa ditangani. Apalagi polisi menjauhkan kedua pihak yang terlibat saling pukul.

Namun gara-gara kericuhan itu, polisi menangkap satu orang remaja yang diduga sebagai provokator. Ia langsung digelandang ke kantor Polsek Ujungpandang.

Sementara itu, meski sempat terjadi kericuhan, namun konser kali ini berlangsung sukses dan berakhir Minggu dinihari. 

Sumber : http://www.seruu.com